Jumat, 26 Oktober 2012

Faktor-faktor Penyusutan Aktiva Tetap


F       Ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besarnya penyusutan aktiva tetap, yaitu:
1.       Harga perolehan
Adalah semua biaya yang terjadi/dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sehingga siap dipakai dalam kegiatan normal perusahaan
2.       Nilai sisa
Adalah jumlah/nilai yang diperkirakan akan dapat diterima bila aktiva yang bersangkutan dijual/ditukarkan ketika aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi secara ekonomis
3.       Taksiran umur kegunaan
Taksiran umur kegunaan dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanan yang dipakai dalam reparasi
Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya

Pencatatan Pengeluaran terhadap Aktiva Tetap selama Pemakaian


     
Pengeluaran biaya yang berhubungan dengan pemilikan atau penggunaan Aktiva Tetap dapat dicatat dengan dua cara, yaitu:
1.       Pengeluaran Modal (Capital Expenditures)
Dalam cara ini semua biaya yang dikeluarkan harus dikapitalisasikan pada aktiva tetap (dicatat sebagai penambahan aktiva tetap yang bersangkutan).
Hal ini dilakukan jika pengeluaran biaya tersebut relatif besar dan memenuhi satu/lebih kriteria berikut ini:
a.       Memperpanjang masa manfaat/umur ekonomis aktiva yang bersangkutan
b.      Menambah nilai aktiva tetap tetapi tidak memperpanjang umur ekonomis
c.       Meningkatkan kapasitas produksi
d.      Meningkatkan mutu jasa yang diberikan oleh aktiva tetap yang bersangkutan

2.       Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditures)
Dalam cara ini pengeluaran biaya diperlakukan sebagai beban pada periode terjadinya.
Hal ini dilakukan jika biaya yang dikeluarkan hanya memberikan manfaat dalam periode yang berjalan/dalam jumlah yang relatif kecil.

Harga Perolehan dan Cara Memperoleh Aktiva Tetap Berwujud


          
          Harga Perolehan aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan atau terjadi untuk mendapatkan aktiva tersebut sehingga siap untuk dipakai dalam kegiatan normal perusahaan.
          Yang termasuk Harga Perolehan antara lain :
Harga beli aktiva yang bersangkutan ditambah biaya angkut, biaya pemasangan, biaya asuransi waktu pengangkutan, biaya percobaan, biaya komisi, biaya balik nama dll.

          Contoh Perhitungan Harga Perolehan:
Mesin (menurut harga faktur)                                 Rp 8.000.000,-
B.pengangkutan                  Rp 250.000,-
B.pemasangan                    Rp 150.000,-
B.instalasi                           Rp 300.000,-
B.percobaan                       Rp 300.000,-
                                                                            Rp 1.000.000,-
                  Harga perolehan/harga pokok             Rp 9.000.000,-

Aktiva Tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
1.       Membeli tunai
2.       Membeli secara kredit/angsuran (dicatat sebesar harga tunainya dan selisih antara harga tunai dengan jumlah angsuran sebagai bunga dan dialokasikan ke beban bunga periode selama masa kontrak pembelian)
3.       Pertukaran
4.       Membuat sendiri (maka harga perolehan = semua biaya yang dikeluarkan sampai dengan aktiva yang bersangkutan siap dipakai)
5.       Diterima sebagai hadiah (dicatat sebesar harga pasar/harga yang wajar disertai dengan mengkredit rekening modal/modal hadiah/sumbangan/donasi.

Pengertian Aktiva Tetap


Aktiva Tetap adalah aktiva (kekayaan) yang dimiliki oleh perusahaan yang sifatnya permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan untuk jangka panjang serta mempunyai nilai yang cukup material

Aktiva Tetap mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Digunakan dalam kegiatan normal perusahaa, artinya aktiva tersebut dimiliki untuk digunakan tidak untuk dijual kembali atau sebagai investasi 
  2. Masa manfaatnya lebih dari satu tahun atau siklus operasi normal perusahaan  
  3. Mempunyai nilai yang cukup material, artinya nilai/harga aktiva tersebut cukup tinggi. Misalnya : Tanah, Bangunan, Mesin-mesin dan Kendaraan. Sedang untuk aktiva yang nilainya kecil, walaupun dapat digunakan dalam jangka panjang, tidak digolongkan sebagai aktiva tetap. Misalnya : Pulpen, Kalkulator dan Gunting
Berdasarkan sifatnya, aktiva tetap dibagi atas:
  1. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets)
  2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets) 
Aktiva Tetap Berwujud seringkali disebut saja aktiva tetap yaitu aktiva yang mempunyai bentuk fisik. Sedang Aktiva Tetap Tidak Berwujud yaitu suatu hak tertentu untuk jangka panjang yang tidak mempunyai bentuk fisik.